Ilmu ekonomi modal dengkul ? Jangan mencarinya di silabus sekolah bisnis atau perguruan tinggi top di negeri ini. Namun setiap tahun ribuan bahkan ratusan ribu orang menjadi pengusaha modal dengkul yang mendaftarkan diri dan membanting tulang mengikuti kursus dengan rencana studi pribadi ini. Laboratoriumnya mereka adalah perusahaan-perusahaan modal dengkul yang dimulai dengan harapan-harapan tinggi dan kocek tipis.
Ujiannya datang cepat dan bertubi-tubi, seraya menguji keterampilan-keterampilan mengenai bagaimana melahirkan suatu perusahaan dengan modal modalnya sedikit dan membuatnya tetap bertahan hidup. Uang kuliahnya ? Kesediaan untuk bekerja keras dan melakukan apa saja yang dibutuhkan untuk bertahan hidup. Empat diantara lima mahasiswa akan gugur. Lulusan tak pernah menerima ijazah, tetapi memang memiliki perusahaan yang sukses. Motto kelas itu : “Siapa yang membutuhkan uang tunai ?”