Posts Tagged: modal dengkul


12
Aug 08

Ilmu ekonomi modal dengkul

Ilmu ekonomi modal dengkul ? Jangan mencarinya di silabus sekolah bisnis atau perguruan tinggi top di negeri ini. Namun setiap tahun ribuan bahkan ratusan ribu orang menjadi pengusaha modal dengkul yang mendaftarkan diri dan membanting tulang mengikuti kursus dengan rencana studi pribadi ini. Laboratoriumnya mereka adalah perusahaan-perusahaan modal dengkul yang dimulai dengan harapan-harapan tinggi dan kocek tipis.

Ujiannya datang cepat dan bertubi-tubi, seraya menguji keterampilan-keterampilan mengenai bagaimana melahirkan suatu perusahaan dengan modal modalnya sedikit dan membuatnya tetap bertahan hidup. Uang kuliahnya ? Kesediaan untuk bekerja keras dan melakukan apa saja yang dibutuhkan untuk bertahan hidup. Empat diantara lima mahasiswa akan gugur. Lulusan tak pernah menerima ijazah, tetapi memang memiliki perusahaan yang sukses. Motto kelas itu : “Siapa yang membutuhkan uang tunai ?”

Continue reading →


9
Jul 08

Bisnis offline dengan modal dengkul part 2 (lanjutan)

Setelah merangkai kalimat di kertas buram dan menonton klip video musik POD, saya akan melanjutkan kisah bisnis offline saya yang kedua dengan modal dengkul. Bisnis offline saya yang kedua ini adalah sebagai agen titipan kilat (kurir). Ide ini berawal ketika saya ingin mengirim suatu paket ke teman saya di jakarta. Waktu itu di di sekitar rumah saya belum ada agen titipan kilat, saya harus pergi ke kios titipan kilat yang cukup jauh dari rumah saya. Sehingga menimbulkan ide bagi saya, bagaimana kalo saya yang membuka agen titipan kilat di lingkungan saya, karena jika dilihat dari prospeknya di lingkungan saya cukup menjanjikan.

Continue reading →


7
Jul 08

Bisnis offline dengan modal dengkul part 2

Setelah sukses dengan bisnis offline dengan modal dengkul saya yang pertama :) , saya akan membeberkan rahasia bisnis offline saya yang lain. Bisnis offline saya yang ini hanya memberikan pemasukan sekitar 7 digit rupiah setiap bulannya (lumayanlah buat nambahin beli susu 2 anak saya, manalagi harga susu lagi pada mahal).  Penghasilan tersebut lumayan karena sejak awal memulai usaha saya tidak perlu mengeluarkan biaya untuk sewa tempat padahal tempatnya strategis, atau tidak perlu capek-capek mencari karyawan (karena telah tersedia) saya cuma mengeluarkan biaya untuk mengurus ijin kerjasama dan perlengkapannya.  Hingga saat ini saya memiliki sekitar 5 “outlet” :) Mau kisah selanjutnya ?

Continue reading →