<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Be-Mine</title>
	<atom:link href="http://be-mine.biz/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://be-mine.biz</link>
	<description>Saya Belajar...Tidak ada yang instant didunia ini. Semuanya perlu proses...</description>
	<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 05:26:58 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Ternyata ada kios gratis di mall. Caranya ? (lanjutan)</title>
		<link>http://be-mine.biz/kios-gratis-di-mall-lanjutan/</link>
		<comments>http://be-mine.biz/kios-gratis-di-mall-lanjutan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 03:53:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-mine</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bisnis Offline]]></category>

		<category><![CDATA[kios gratis]]></category>

		<category><![CDATA[modal dengkul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://be-mine.biz/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Sori kalo kelanjutan dari Kios gratis di mall. Caranya ? agak lama diposting karena beberapa hari ini koneksi speedy mati ditempat saya. Oke sekarang kita lanjutin bagaimana caranya mendapatkan kios di mall tanpa membayar uang sewa.
Sebenarnya pelaku ini bukan saya tetapi teman saya yang juga memiliki prinsip bisnis modal dengkul :) (ilmunya modal dengkulnya lebih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sori kalo kelanjutan dari <a href="http://be-mine.biz/kios-gratis-di-mall/">Kios gratis di mall. Caranya ?</a> agak lama diposting karena beberapa hari ini koneksi speedy mati ditempat saya. Oke sekarang kita lanjutin bagaimana caranya mendapatkan kios di mall tanpa membayar uang sewa.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya pelaku ini bukan saya tetapi teman saya yang juga memiliki prinsip <strong>bisnis modal dengkul</strong> :) (ilmunya modal dengkulnya lebih tinggi dari saya), saya hanya menceritakan kembali. Dua minggu kemarin saya berada di Jakarta karena ada urusan bisnis (&#8230;halah), karena sebentar lagi puasa dan lebaran (<em>meskipun saya tidak ikut merayakannya)</em> saya berpartisipasi untuk menyemarakkannya :) . Saya melakukan <strong>kulakan pakaian baru</strong> dari <strong>pusat penjualan pakaian</strong> di jakarta (pasti dah tau dimana itu) untuk dijual  kembali didaerah saya, kisahnya akan saya tulis di postingan selanjutnya yang jelas dengan modal dengkul juga :)</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-33"></span>Selama di jakarta saya bertemu dengan teman saya sesama penganut bisnis modal dengkul, ya biasalah saling <span style="text-decoration: line-through;">melepaskan rindu</span> sharing info tentang bisnis masing-masing, kemudian dia sharing kalo dia memakai kios di mall tanpa biaya sewa. Saya sempat heran dan ngga percaya. Kemudian dia berbagi tips. Jadi ini bukan ilmu punya saya, ini punya teman saya :) Berikut tipsnya,</p>
<p style="text-align: justify;">Saat ini banyak berdiri pusat perbelanjaan dimana-mana dan &#8220;lebih gawatnya&#8221; banyak yang berdiri berdampingan atau berada dalam satu sentra bisnis sehingga mau tidak mau akan memaksa pengelola mall atau pusat perbelanjaan akan berusaha untuk menarik pengunjung. Hampir semua mall mengharuskan pemilik kios yang telah dibeli untuk membuka kios dan dikenakan <em>service charge</em>, syarat mengharuskan membuka kios ini agar mall tersebut ramai masuk akal. <em>Service charge</em> adalah biaya untuk keperluan bersama seperti keamanan, kebersihan, air dan juga biaya promosi. Service charge tiap mall berbeda-beda (untuk info lebih lanjut, tanyakan mall masing-masing)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kios apa yang disewakan gratis ?</strong><br />
1.	<strong>Kios yang telah terjual tapi belum dibuka. </strong>Beberapa pemilik kios sengaja membeli kios tersebut untuk investasi. Mereka ingin menyewakannya atau menjual ulang jika hasilnya lebih mahal. Ada juga yang berniat membuka tetapi menunggu mall tersebut ramai. Mereka berpikir kalo dibuka sekarang (mall baru) maka lebih besar biaya operasi daripada keuntungan dan pemilik kios tersebut rela membayar <strong>service charge</strong> walau kiosnya tidak buka. Tetapi ada juga yang menunggak biaya service chargenya. Maka dengan kerjasama dengan pengelola mereka bersedia kioasnya disewakan gratis jika penyewa tersebut yang membayar service charge tersebut. Dengan begitu pemilik kios senang karena ada yang menanggung biaya service chargenya dan pengelola juga senang karena mallnya menjadi ramai. Sedangkan bagi penyewa juga untung karena menyewa ruko itu gratis, Cuma membayar <em>service charge</em> saja.<br />
2.	<strong>Kios belum terjual.</strong> Otorisasi kios ini mash ditangan pengelola mall, dengan memberikan sewa gratis maka pengelola mall mendapatkan service charge dan mallnya jadi ramai.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi ada yang perlu diingat dalam menyewa kios in secara gratis, ya nama juga gratis bisa digusur kapan aja :) . Tanyakan terlebih dahulu berapa lama kios tersebut bisa digunakan secara gratis jadi kita sebagai penyewa bisa mengambil langkah selanjutnya. Biasanya seperti kata teman saya, ada yang menawarkan sewa gratis 3 bulan, 6 bulan hingga 1 tahun tergantung kondisi. Jadi harus dibuat perjanjian kontrak dengan pemilik kios. Setelah priode kontrak berjalan maka pemilik kios akan mengevaluasi apakah tetap diberikan sewa gratis atau tidak. Dan jika mall tersebut ramai maka pemilik kios tidak akan rela jika  masih gratis makanya jika penyewa sudah merasa “kerasan” dan menguntungkan kios tersebut bisa melakukan negoisasi dengan pemilik kios untuk biaya sewa atau membelinya, tetapi jika tetap ingin sewa gratis harus siap-siap untuk pindah, antisipasinya dengan mencari kios gratis lainya sejak dua  bulan sebelumnya ?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Cari Kios gratis dimana ?</strong><br />
1.	Cari mall yang berdampingan atau mal-mal dalam satu sentra bisnis, biasanya mall yang memiliki pengunjung lebih sedikit yang menawarkan program gratis sewa.<br />
2.	Cari mall yang memiliki penyewa yang menjadi penyewa dominan dalam artian perusahaan jangkar yang memiliki reputasi bagus seperti : <strong>carrefour, giant</strong>, dll<br />
3.	Datangin bagian pemasaran pengelola mall apakah menawarkan program gratis sewa. Atau tanya saudara atau orang yang berkecimpung di mall tersebut. Biasanya informasi sewa kios gratis tidak di publish ke umum.</p>
<p style="text-align: justify;">ps. Tips diatas belum pernah saya lakukan, saya Cuma menuliskan kembali ilmu modal dengkul teman saya.<br />
ps2. Bisa dicoba dipraktekkan, akibat yang terjadi diluar tanggungjawab saya :)<br />
ps3. Tips diatas kalo dipikir-pikir masuk akal juga :)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://be-mine.biz/kios-gratis-di-mall-lanjutan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ternyata ada kios gratis di mall. Caranya ?</title>
		<link>http://be-mine.biz/kios-gratis-di-mall/</link>
		<comments>http://be-mine.biz/kios-gratis-di-mall/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 14:32:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-mine</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bisnis Offline]]></category>

		<category><![CDATA[kios gratis]]></category>

		<category><![CDATA[modal dengkul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://be-mine.biz/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Tahukan pusat perbelanjaan modern ? itu kadang disebut mall, plaza, trade center atau atau apapun namanya itu, meskipun sebutannya itu beda-beda tetapi tetap satu tujuan tempat-tempat tersebut merupakan tempat berkumpulnya penjual dan pembeli :). Ternyata kalo kita jeli dan dengan modal dengkul, kita bisa mendapatkan kios secara gratis (kios tersebut bisa dipakai tapi tidak dipungut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tahukan <strong>pusat perbelanjaan modern</strong> ? itu kadang disebut <strong>mall, plaza, trade center</strong> atau atau apapun namanya itu, meskipun sebutannya itu beda-beda tetapi <span style="text-decoration: line-through;">tetap satu tujuan</span> tempat-tempat tersebut merupakan tempat berkumpulnya penjual dan pembeli :). Ternyata kalo kita jeli dan dengan <a title="Modal Dengkul" href="http://be-mine.biz/menyewakan-ruko-milik-orang-lain/"><strong>modal dengkul</strong></a>, kita bisa mendapatkan <strong>kios secara gratis </strong><em>(kios tersebut bisa dipakai tapi tidak dipungut uang sewanya)</em> untuk menjadi tempat usaha, bayangkan <strong>kios gratis</strong> di mall atau pusat perbelanjaan modern ?</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-32"></span>Ditunggu ya kelanjutannya :)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://be-mine.biz/kios-gratis-di-mall/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Toko Maya Hasil Nyata. Benarkah ?</title>
		<link>http://be-mine.biz/toko-maya-hasil-nyata-benarkah/</link>
		<comments>http://be-mine.biz/toko-maya-hasil-nyata-benarkah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 15:00:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-mine</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<category><![CDATA[Bisnis Online]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://be-mine.biz/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Saya tahu cosa sudah lama dan saya termasuk salah satu yang rajin mengunjungi blognya, memang saya akui cosa orang yang saya pikir jarang ada saat ini, dimana dia membagi ilmu dan sharing tentang cara menghasilkan uang lewat internet secara gratis. Siapa yang tidak kenal cosa ? Hingga pada akhirnya cosa pindah dari ruangan ukuran 3 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Saya tahu cosa sudah lama dan saya termasuk salah satu yang rajin mengunjungi blognya, memang saya akui cosa orang yang saya pikir jarang ada saat ini, dimana dia membagi ilmu dan sharing tentang cara menghasilkan uang lewat internet secara gratis. Siapa yang tidak kenal cosa ? Hingga pada akhirnya cosa pindah dari ruangan ukuran 3 x 4 (ukuran standar kamar)  ke ruangan 5 x 10 m (ukuran standar ruko) bertingkat lagi untuk mengembangkan kemampuan berbisnisnya dengan basic dunia internet yang selama ini di gelutinya. Saya salut dengannya karena dia keluar dari ruang kenyamannya untuk memulai tantangan baru dengan mendirikan perusahaan sendiri Cosa Aranda Network (CAN).</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-25"></span>Belakangan ini cosa sibuk mengadakan workshop, fast track dan sebagainya, saya pikir itu bagus dan saya sangat bangga cosa mampu untuk itu. Tetapi ada salah satu programnya yang saya pikir <strong>&#8220;<em>salah ngasih judul&#8221;</em></strong>, dan <strong><em>&#8220;penawaran jasa&#8221;</em></strong> yang saya pikir sangat berlebihan,  takutnya malah menjatuhkan cosa di kemudian hari. kenapa ? Salah satu program tersebut adalah <a href="http://cosaaranda.net/event/fast-track-toko-maya-hasil-nyata/">Fast Track “Toko Maya, Hasil Nyata”</a></p>
<p style="text-align: justify;">Sori cosa, saya cuma memberikan masukan dan pandangan, terserah mau diterima mau tidak, atau mau maki saya, tetapi ini untuk kebaikan bisnis CAN dimasa yang akan datang<em>.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Kembali ke Fast Track “Toko Maya, Hasil Nyata” , lihat screen shoot dibawah ini yang saya ambil dari CA.net</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://be-mine.biz/wp-content/uploads/2008/08/cosa1.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-26" title="cosa1" src="http://be-mine.biz/wp-content/uploads/2008/08/cosa1-300x43.png" alt="" width="300" height="43" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Saya suka dengan ajakan dari cosa agar semua orang bisa menjadi bagian dari dunia internet yang sangat berkembang ini untuk menghasilkan uang.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian lihat screenshoot berikutnya ?</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://be-mine.biz/wp-content/uploads/2008/08/cosa2.png"><img class="aligncenter size-medium wp-image-27" title="cosa2" src="http://be-mine.biz/wp-content/uploads/2008/08/cosa2-300x128.png" alt="" width="300" height="128" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Lihat detil materi yang pertama : Preview bisnis online store beserta contoh-contoh toko online yang sudah sukses. Yang jadi pertanyaan saya preview toko online sukses siapa yang dijadikan contoh oleh CAN, apakah <strong>amazon.com</strong> :) <strong>Kalo nunjukin toko online orang lain, ya itu mah, enak benar, punya orang jadi bahan jualan.</strong></p>
<p>dan lihat lagi screenshoot berikutnya</p>
<p><a href="http://be-mine.biz/wp-content/uploads/2008/08/cosa3.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-28" title="cosa3" src="http://be-mine.biz/wp-content/uploads/2008/08/cosa3-300x44.png" alt="" width="300" height="44" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Apakah dengan mengikuti fast track ini, online store yang dibuat oleh peserta sudah pasti sukses ? dan lagi yang jadi pertanyaan saya, <strong>adakah online store yang dikelola oleh CAN ?</strong> dan <strong>online store tersebut sukses ?</strong> sehingga bisa sebagai bukti bahwa metode yang di ditawarkan CA.net benar-benar telah <strong>teruji dan terbukti</strong> ?</p>
<p style="text-align: justify;">Maksud saya menunjukkan hal tersebut agar CAN berhati-hati untuk membuat penawaran jasa, bukan tidak mungkin setelah beberapa lama ada yang komplain. <em>&#8220;kok online store saya ngga ada yang beli, kok pengunjungnya sedikit, dan pertanyaan lainnya&#8221;, atau  &#8220;karna saya lihat penawaran CAN kalo ikut fast track online store yang saya bangun pasti laris, jadi percuma dong saya bayar mahal-mahal&#8221;</em> komplain contumer.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika belum mempunyai catatan pernah mengelola atau sedang memiliki online store jangan berani menawarkan jasa tersebut, kecuali jika penawaran jasa CAN cuma tutorial <strong>&#8220;Cara Membangun Toko Online&#8221; </strong>dan implementasinya, bukan menawarkan janji-janji kalo toko online tersebut bakal laris.</p>
<p style="text-align: justify;">Penawaran jasa tersebut sangat bagus untuk menarik constumer dan sangat menjual, tetapi harus diingat harapan contumer yang membeli jasa tersebut, mereka mau ikut karena hasil yang bakal diterimanya setelah menerapkan metode dari CAN untuk membangun online store.</p>
<p style="text-align: justify;">Mengenai harga, juga saya pikir terlalu mahal, kenapa ? karena saya sebagai pengusaha modal dengkul :)</p>
<p style="text-align: justify;">Maksudnya begini, semua software dan scriptnya khan gratis dan semuanya ada tutorial masing-masing scripts tersebut, hanya saja tak semuanya orang bisa mengerti tutorial dari script tersebut dan cara menggunakannya. dan tak semua orang tau kalo ada script tersebut untuk membuat online store. Harga yang pantas sih di bawah 500 ribu,  kok segitu ? tapi khan pelatihannya di hotel berbintang be-mine ?  lalu saya jawab, <em>&#8220;kenapa pelatihan harus di hotel berbintang ? khan bisa cari tempat yang nyaman, murah dan lengkap misalnya di losmen&#8221;</em> :). Bagaimana mengenai makanan atau gaji trainer, souvenir dan biaya lain-lainnya ? saya jawab. &#8220;<em>itu urusan CAN yang punya usaha, pasti telah memperhitungkan untung ruginya, lagian napa harus pake suvenir, bikin aja satu note book atau mug buat souvenir&#8221;</em> :) dan harga tersebut pasti terjangkau semua kalangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian ada lagi, kenapa cosa menggandeng patner yang telah menerima banyak testimonial yang jelek dari constumernya, sedangkan <strong>master seo dari bali</strong> aja pernah posting di blognya tentang nicspace, sangat disayangkan menggandeng mitra yang sudah mendapat banyak penilaian buruk.</p>
<p style="text-align: justify;">Lihat screenshoot dibawah ini :</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://be-mine.biz/wp-content/uploads/2008/08/cosa5.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-31" title="cosa5" src="http://be-mine.biz/wp-content/uploads/2008/08/cosa5-300x60.png" alt="" width="300" height="60" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Cosa, jujur aja, sebagian besar para netter indonesia yang mencari uang di internet menganggap anda sebagai sesepuhnya internet marketing, gunakanlah posisi anda sekarang untuk lebih memajukan dunia internet marketing Indonesia, bukan semata-mata mengejar <strong>&#8220;setoran&#8221;</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Saya sangat mendukung program CAN yang lain seperti <a href="http://cosaaranda.net/internet-business-for-young-generation/workshop-mencari-uang-saku-dari-ngeblog/">Workshop “Mencari Uang Saku Dari Ngeblog”</a>, atau program seminar lainnya yang berbiaya lebih murah. Saya pikir sih untuk awal memulai CAN lebih banyak program seperti itu, selain menanamkan brand dan juga menabung track record untuk dijual di kemudian hari dan juga membantu membangkitkan internet marketing di Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Ini cuma masukan saya dan kritikan saya, apakah saya berhak mengkritik, ya, saya punya hak karena saya care dengan cosa, apakah cosa wajib mendengar atau mengikuti saran saya ? Tidak ada kewajiban cosa buat mengikuti saran saya. <strong>Apakah postingan ini untuk menjatuhkan cosa ? Ya dan tidak tergantung dari sudut pandang mana memandang. Terserah anda menilai.</strong> Apakah postingan ini untuk meningkatkan traffik ? I<strong> DON&#8217;T CARE WITH MY BLOG TRAFFIC.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sori jika postingan ini tidak berkenan buat cosa, postingan ini bukan <strong>memancing ikan di air keruh</strong> tetapi sebagai masukan untuk kita sama-sama belajar. Ada hal lain lagi yang cosa harus perhatikan, <strong>jangan kecewakan constumer yang telah percaya pada anda</strong>. Memiliki Bisnis itu tidak gampang dan tidak seindah yang kita lihat. Banyak cobaan, banyak rintangan dan banyak yang iri dan banyak yang berusaha menjatuhkan, tetapi jika semua itu bisa diatasi, kita akan bangga dengan bisnis yang kita bangun itu mulai berkembang dan tumbuh besar. <strong>Buat cosa sukses selalu.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Semoga dunia internet marketing Indonesia makin maju :)</p>
<p style="text-align: justify;">ps. Record be-mine dengan postingan terpanjang :)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://be-mine.biz/toko-maya-hasil-nyata-benarkah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bangkit dari kegagalan</title>
		<link>http://be-mine.biz/bangkit-dari-kegagalan/</link>
		<comments>http://be-mine.biz/bangkit-dari-kegagalan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Aug 2008 08:19:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-mine</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://be-mine.biz/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari seorang pengusaha di kota A mengalami musibah luar biasa,. Gedung tempat usaha beserta kantornya terbakar berikut seluruh isinya terbakar habis dan menjadi rata dengan tanah. Keesokan harinya, pengusaha ini datang ke lokasi tempat usahanya yang terbakar tersebut dan melihat puing-puing bekas kebakaran itu.
Anehnya , ia kemudian meletakkan sebuah meja ditengah reruntuhan itu. Salah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Suatu hari seorang pengusaha di kota A mengalami musibah luar biasa,. Gedung tempat usaha beserta kantornya terbakar berikut seluruh isinya terbakar habis dan menjadi rata dengan tanah. Keesokan harinya, pengusaha ini datang ke lokasi tempat usahanya yang terbakar tersebut dan melihat puing-puing bekas kebakaran itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Anehnya , ia kemudian meletakkan sebuah meja ditengah reruntuhan itu. Salah satu asistennya melihat &#8216;pemandangan aneh&#8217; ini dan langsung menanyakan mengapa ia melakukan hal itu. Pengusaha tadi menjawab, &#8220;Memang segalanya telah musnah, kecuali istri, anak-anak dan harapan. Lihatlah, bisnis akan kembali dibangun besok pagi!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-24"></span>Ada sebuah ungkapan indah &#8220;Yesterday ended last night!&#8221; Ungkapan ini ditujukan kepada siapa pun yang pernah mengalami kegagalan agar tidak terus menerus terpaku pada masa lalu. Mungkin hari-hari ini kita tengah mengalami suatu <a title="Kegagalan" href="http://kumpulan-oase.blogspot.com/2008/01/kegagalan-kita-bukan-tanggungjawab.html">kegagalan</a> atau pun musibah sebagaimana yang dialami pengusaha diatas. Tapi ingatlah selalu, bahwa hari kemarin telah berakhir tadi malam! Ya, kita tidak mungkin kembali ke hari kemarin, yang adahanyalah kesempatan pada hari ini dan harapan di hari esok.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak ada sistem kepercayaan yang menghalangi kemajuan kita. Tidak ada mitos-mitos yang dapat menghambat langkah kita untuk terus maju. Sukses adalah milik kita yang benar-benar menyadari, mendambakan dan mau memperjuangkannya dengan sepenuh hati. Jangan pernah meratap dan bersedih hati, apalagi berputus asa.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang penting tetap berusaha dan jangan lupa berdoa, Seperti ungkapan dari daerah saya <strong>MADUMA</strong> yaitu <strong>Martangiang Dungi Mangula</strong> artinya <strong>Berdoa kemudian Berusaha</strong></p>
<p style="text-align: justify;">ps. postingan diatas bukan asli karangan saya, tetapi pernah saya baca dan saya tetap mengingatnya, meskipun ceritanya tidak serupa yang penting inti dari ceritanya :)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://be-mine.biz/bangkit-dari-kegagalan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dynamic Persuasion</title>
		<link>http://be-mine.biz/dynamic-persuasion/</link>
		<comments>http://be-mine.biz/dynamic-persuasion/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2008 20:26:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-mine</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Rekomendasi]]></category>

		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://be-mine.biz/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Kita sebagai pengusaha (ato calon pengusaha) modal dengkul yang cuma memiliki ide dan kocek yang tipis akan membutuhkan sumber daya milik orang lain seperti modal, lokasi usaha dan sebagainya. Seperti kasus saya sebelumnya yang memulai usaha dengan modal orang lain dan modal orang lain lagi, milik orang lain , dan tempat usaha orang lain :) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://be-mine.biz/wp-content/uploads/2008/08/corporate_comunication.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-23" style="float: left;" title="corporate_comunication" src="http://be-mine.biz/wp-content/uploads/2008/08/corporate_comunication.jpg" alt="" width="170" height="170" /></a>Kita sebagai <strong>pengusaha</strong> (ato calon pengusaha) <strong>modal dengkul</strong> yang cuma memiliki ide dan kocek yang tipis akan membutuhkan sumber daya milik orang lain seperti modal, lokasi usaha dan sebagainya. Seperti kasus saya sebelumnya yang memulai usaha dengan <a title="Modal orang lain" href="http://be-mine.biz/bisnis-offline-dengan-modal-dengkul-part-1/">modal orang lain</a> dan <a href="http://be-mine.biz/menyewakan-ruko-milik-orang-lain/">modal orang lain lagi</a>, <a href="http://be-mine.biz/menyewakan-ruko-milik-orang-lain-part-2/">milik orang lain</a> , dan <a href="http://be-mine.biz/bisnis-offline-dengan-modal-dengkul-part-2-lanjutan/">tempat usaha orang lain</a> :) . Untuk mendapatkan sumber daya tersebut dibutuhkan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain (saya sendiri ngga terlalu bagus juga sih) agar orang yang memiliki sumber daya tersebut mau <span style="text-decoration: line-through;">merelakan</span> bekerjasama atau meminjamkan modal dengan kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam melakukan komunikasi kita akan dituntut untuk mampu mengendalikan kearah mana komunikasi tersebut dibawa, kita sebagai orang yang memiliki tujuan untuk mendapatkan sumber daya tersebut harus mampu mengendalikan komunikasi tersebut bukan menguasai komunikasi. Bagaimana caranya ?</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-22"></span><em>Gaya bicara, intonasi, pilihan kata dan gerak-gerik adalah alat atau sarana komunikasi. Oleh karena itu, jika dengan gaya tertentu tidak berhasil, kita harus mencoba gaya yang lain. Gaya bicara memang bisa menjadi identifikasi diri kita, tetapi kalo ternyata tidak efektif untuk memancarkan pikiran kita pada sasaran yang dituju, tidak ada pilihan lain kecuali kita mengubahnya, mencari gaya yang paling cocok.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Kepada anak-anak, pada umumnya kita berani melakukan penyesuaian ini. Kita fleksibel saja untuk mengubah gaya kita, mulai dari gayalembut sampai gaya formal. Kita berbicara dengan perbendaharaan kata si anak, kita menggunakan contoh, ungkapan, dan sebagainya. Mengapa kepada sesama orang dewasa kita cenderung kaku dan tidak luwes untuk menggunakan cara yang sesuai dengan mitra komunikasi kita ?</em></p>
<p style="text-align: justify;">Penggalan artikel diatas saya ambil dari buku yang wajib dimiliki pengusaha modal dengkul (menurut saya sih, karna saya telah merasakan manfaatnya) :</p>
<blockquote><p><strong>Dynamic Persuasion</strong><br />
persuasi efektif dengan bahasa hipnosis<br />
Oleh : Purnawan EA<br />
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Buku ini saya beli di gramedia juga berbarengan dengan buku <a title="Modal Dengkul" href="http://be-mine.biz/ilmu-ekonomi-modal-dengkul/"><strong>modal dengkul</strong></a>, Buku ini enak untuk dibaca, tidak textbook, buku ini mudah dipahami dan gampang untuk dipraktekkan. Yang penting kita harus sering belatih bagaimana caranya berkomunikasi agar apa yang ingin kita sampaikan mencapai sasaran, yang jelas kita harus mampu berimprovisasi dalam berkomunikasi dengan orang lain, karena setiap orang itu beda-beda jadi perlu melakukan cara berkomunikasi yang berbeda-beda juga.</p>
<p style="text-align: justify;">Sueer , saya tidak dibayar kok buat rekomendasikan buku ini, saya rekomendasikan karena buku ini memang bagus untuk dibaca dan dipraktekkan oleh <strong>pengusaha modal dengkul</strong> :)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://be-mine.biz/dynamic-persuasion/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ilmu ekonomi modal dengkul</title>
		<link>http://be-mine.biz/ilmu-ekonomi-modal-dengkul/</link>
		<comments>http://be-mine.biz/ilmu-ekonomi-modal-dengkul/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 20:00:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-mine</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bisnis Offline]]></category>

		<category><![CDATA[Rekomendasi]]></category>

		<category><![CDATA[modal dengkul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://be-mine.biz/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Ilmu ekonomi modal dengkul ? Jangan mencarinya di silabus sekolah bisnis atau perguruan tinggi top di negeri ini. Namun setiap tahun ribuan bahkan ratusan ribu orang menjadi pengusaha modal dengkul yang mendaftarkan diri dan membanting tulang mengikuti kursus dengan rencana studi pribadi ini. Laboratoriumnya mereka adalah perusahaan-perusahaan modal dengkul yang dimulai dengan harapan-harapan tinggi dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Ilmu ekonomi modal dengkul ? </strong>Jangan mencarinya di silabus sekolah bisnis atau perguruan tinggi top di negeri ini. Namun setiap tahun ribuan bahkan ratusan ribu orang menjadi pengusaha <a title="Modal Dengkul" href="http://be-mine.biz/"><strong>modal dengkul</strong></a> yang mendaftarkan diri dan membanting tulang mengikuti kursus dengan rencana studi pribadi ini. Laboratoriumnya mereka adalah perusahaan-perusahaan modal dengkul yang dimulai dengan <strong>harapan-harapan tinggi dan kocek tipis</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Ujiannya datang cepat dan bertubi-tubi, seraya menguji keterampilan-keterampilan mengenai bagaimana melahirkan suatu perusahaan dengan modal modalnya sedikit dan membuatnya tetap bertahan hidup. <strong>Uang kuliahnya ?</strong> Kesediaan untuk bekerja keras dan melakukan apa saja yang dibutuhkan untuk bertahan hidup. Empat diantara lima mahasiswa akan gugur. Lulusan tak pernah menerima ijazah, tetapi memang memiliki perusahaan yang sukses. Motto kelas itu : <strong>&#8220;Siapa yang membutuhkan uang tunai ?&#8221;</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-21"></span>Tulisan diatas saya ambil dari buku yang menurut saya wajib dibaca jika ingin menjadi seorang wiraswasta dengan keterbatasan modal, koneksi dan lainnya. Judul buku tersebut :</p>
<blockquote><p><strong>modal dengkul</strong><br />
memulai usaha dengan dana yang sangat terbatas. Petunjuk bagi anda yang memiliki semangat tinggi dalam berwiraswasta.<br />
Oleh : Arnold S. Goldstein, Ph.D<br />
Penerbit MItra Utama Jakarta</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Buku ini saya beli sudah lama, waktu saya di Jakarta, belinya di <a title="Toko Buku Gramedia" href="http://www.gramedia.com/"><strong>Gramedia</strong></a>, ngga tau kalo sekarang masih ada. Buku yang saya beli ini cetakan ke 3 tahun 2003. Banyak contoh kasus dan cara-cara yang dapat digunakan untuk memulai <strong>usaha modal dengkul</strong>, saya saja mendapatkan inspirasi memulai usaha modal dengkul saya dari buku ini seperti usaha modal dengkul yang pernah saya tulis <a title="Bisnis Offline" href="http://be-mine.biz/bisnis-offline-dengan-modal-dengkul-part-1">sebelumnya</a>.  Buku ini cukup sederhana bahasanya sehingga mudah untuk dicerna (kayak makanan aja) yang penting tergantung kita untuk berimprovisasi dengan dunia nyata yang kita hadapi.</p>
<p style="text-align: justify;">Cuma satu pesan yang saya suka dari buku ini, tidak perduli bagaimana keadaan anda, tidak perduli seberapa banyak buku motivasi yang anda baca, tidak perduli seberapa banyak seminar usaha atau kekayaan yang anda ikuti dan tidak perduli seberapa tingkat pendidikan anda, semuanya itu sia-sia jika anda tidak bertindak sekarang. Intinya <strong>JUST DO IT</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ayo berwirausaha, jadilah pengusaha-pengusaha tangguh yang dimulai dari bawah, bukan pengusaha-pengusaha pengemis (opo maksudne) :)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://be-mine.biz/ilmu-ekonomi-modal-dengkul/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bisnis offline dengan modal dengkul part 2 (lanjutan)</title>
		<link>http://be-mine.biz/bisnis-offline-dengan-modal-dengkul-part-2-lanjutan/</link>
		<comments>http://be-mine.biz/bisnis-offline-dengan-modal-dengkul-part-2-lanjutan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 04:28:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>be-mine</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bisnis Offline]]></category>

		<category><![CDATA[modal dengkul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://be-mine.biz/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Setelah merangkai kalimat di kertas buram dan menonton klip video musik POD, saya akan melanjutkan kisah bisnis offline saya yang kedua dengan modal dengkul. Bisnis offline saya yang kedua ini adalah sebagai agen titipan kilat (kurir). Ide ini berawal ketika saya ingin mengirim suatu paket ke teman saya di jakarta. Waktu itu di di sekitar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Setelah merangkai kalimat di kertas buram dan menonton klip video musik <a title="POD" href="http://www.musicvideoonline.info/youth-of-the-nation-by-pod.html">POD</a>, saya akan melanjutkan kisah <a title="Bisnis Offline 2" href="http://be-mine.biz/bisnis-offline-dengan-modal-dengkul-part-2/"><strong>bisnis offline</strong></a> saya yang kedua dengan <strong>modal dengkul</strong>. Bisnis offline saya yang kedua ini adalah sebagai <strong>agen titipan kilat</strong> (kurir). Ide ini berawal ketika saya ingin mengirim suatu paket ke teman saya di jakarta. Waktu itu di di sekitar rumah saya belum ada agen titipan kilat, saya harus pergi ke kios titipan kilat yang cukup jauh dari rumah saya. Sehingga menimbulkan ide bagi saya, bagaimana kalo saya yang membuka agen titipan kilat di lingkungan saya, karena jika dilihat dari prospeknya di lingkungan saya cukup menjanjikan.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-18"></span>Kemudian saya berpikir bagaimana caranya menjadi agen titipan kilat, karena saya tidak memiliki tempat yang strategis dan juga saya cuma punya anggaran modal 3 juta rupiah untuk memulai usaha tersebut. <em>(ngga mungkin dengan modal segitu buat sewa tempat)</em>.  <strong>Bagaimana caranya ?</strong> Saya mulai melakukan survey dilingkungan saya dan melihat tempat yang bisa digunakan untuk memulai usaha tersebut, setelah bolak-balik kayak setrika untuk mencari tempat, tiba-tiba saya mendapatkan <span style="text-decoration: line-through;">wangsit</span> ide :) , Kenapa saya mendapatkan ide ? karena saya melihat ada sebuah Wartel yang tempatnya cukup strategis. Kenapa Wartel ? Karena wartel telah menyediakan apa yang dibutuhkan untuk memulai bisnis agen titipan kilat. Apa saja yang telah tersedia di wartel ? Yang telah tersedia diwartel adalah tempat, karena setiap wartel pasti berada di lokasi strategis, kemudian yang kedua adalah karyawan wartel tersebut dapat lebih di berdayagunakan sebagai karyawan agen titipan kilat. Yang ketiga daya tidak perlu mengeluarkan biaya-biaya seperti biaya listrik, biaya kebersihan dll karena saya cuma numpang aja :)</p>
<p style="text-align: justify;">Saya kemudian mendatangi pemilik wartel tersebut dan menjelaskan kepadanya kalo saya mau menjalin kerjasama dengan dia untuk membuka agen jasa titipan kilat tersebut.  Saya menjelaskan kepada dia kalo saya ingin membuka agen titipan kilat ditempatnya tapi saya tidak mau menyewa bagian dari wartelnya tetapi saya menawarkan bagi hasil dengan dia sebesar 50-50, kemudian saya menjelaskan kalo karyawannya bisa digunakan sebagai karyawan agen titipan kilat dan akan diberikan gaji tetapi hanya sebesar 25% dari gaji yang diberikan wartel dan yang lain tidak ada biaya-biaya lainnya, ngga tau kenapa dia setuju :) , kemudian saya meminta dia membuat perjanjian pakai materai kalo kerjasama ini berlaku selama 5 tahun <em>(biar ada kepastian)</em> Setelah urusan tempat beres saya mendatangin salah satu perusahaan titipan kilat di kota saya dan kemudian mendaftar menjadi agen titipan kilat.</p>
<p><strong>Perincian usaha agen titipan kilat :</strong><br />
Biaya menjadi agen dan biaya lain-lain : Rp. 2 juta<br />
Biaya perlengkapan, biaya promosi (brosur+spanduk) : Rp. 1 juta rupiah</p>
<p style="text-align: justify;">Keuntungan menjadi agen titipan kilat diperoleh dari komisi sebesar 2% s/d 5% dari jumlah biaya titipan kilat yang dibayar pelanggan. Misalnya biaya mengirim paket ke jakarta Rp. 50.000, komisi yang didapat sebesar 3%, jadi komisi diperoleh agen sebesar Rp. 1.500.</p>
<p style="text-align: justify;">Bulan pertama beroperasi saya mendapatkan penghasilan Rp 500.000 rupiah setelah dipotong biaya gaji karyawan<em> (biaya gaji ini ngga besar, karena gaji utama karyawan ini dari wartel, saya hanya memberi gajinya sebesar 25% dari gaji yang diterima karyawan tersebut dari wartel)</em>, biaya lain-lain (seperti biaya kertas, alat tulis, lem, dll) sebesar Rp. 100.000 dan bagi hasil dengan pemilik wartel sebesar Rp. 500.000,-</p>
<p style="text-align: justify;">Enam bulan kemudian setelah agen titipan kilat saya yang pertama sukses, keuntungan dari  &#8220;oulet&#8221; agen titipan kilat saya yang pertama saya gunakan untuk membuka outlet kedua  hingga yang kelima dan tempatnya tidak lagi dilingkungan saya, tetapi saya mencari wartel di sekitar kampus, perkantoran, yang penting lokasi wartel tersebut strategis dan si pemilik wartel mau diajak kerjasama. Caranya sama seperti saya membuka agen titipan kilat saya yang pertama.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalo ditanya sekarang berapa penghasilan saya menjadi agen titipan kilat adalah <strong>rahasia</strong> :)</p>
<p style="text-align: justify;">Sekian dulu dan terimakasih :-)  <strong>*ngga perlu kabur lagi*</strong></p>
<p style="text-align: justify;">ps.</p>
<ul>
<li>Untuk menjadi agen titipan kilat, baik persyaratan, perlengkapan dan lain-lain silahkan hubungin perwakilan perusahaan titipan kilat di daerah anda.</li>
<li>Badan usaha yang saya gunakan UD (usaha dagang)</li>
<li>Maaf, kalo tata bahasanya jelek</li>
<li>Sampai jumpa di bisnis offline dengan modal dengkul episode 3</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://be-mine.biz/bisnis-offline-dengan-modal-dengkul-part-2-lanjutan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
