Kita sebagai pengusaha (ato calon pengusaha) modal dengkul yang cuma memiliki ide dan kocek yang tipis akan membutuhkan sumber daya milik orang lain seperti modal, lokasi usaha dan sebagainya. Seperti kasus saya sebelumnya yang memulai usaha dengan modal orang lain dan modal orang lain lagi, milik orang lain , dan tempat usaha orang lain
. Untuk mendapatkan sumber daya tersebut dibutuhkan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain (saya sendiri ngga terlalu bagus juga sih) agar orang yang memiliki sumber daya tersebut mau merelakan bekerjasama atau meminjamkan modal dengan kita.
Dalam melakukan komunikasi kita akan dituntut untuk mampu mengendalikan kearah mana komunikasi tersebut dibawa, kita sebagai orang yang memiliki tujuan untuk mendapatkan sumber daya tersebut harus mampu mengendalikan komunikasi tersebut bukan menguasai komunikasi. Bagaimana caranya ?
Gaya bicara, intonasi, pilihan kata dan gerak-gerik adalah alat atau sarana komunikasi. Oleh karena itu, jika dengan gaya tertentu tidak berhasil, kita harus mencoba gaya yang lain. Gaya bicara memang bisa menjadi identifikasi diri kita, tetapi kalo ternyata tidak efektif untuk memancarkan pikiran kita pada sasaran yang dituju, tidak ada pilihan lain kecuali kita mengubahnya, mencari gaya yang paling cocok.
Kepada anak-anak, pada umumnya kita berani melakukan penyesuaian ini. Kita fleksibel saja untuk mengubah gaya kita, mulai dari gayalembut sampai gaya formal. Kita berbicara dengan perbendaharaan kata si anak, kita menggunakan contoh, ungkapan, dan sebagainya. Mengapa kepada sesama orang dewasa kita cenderung kaku dan tidak luwes untuk menggunakan cara yang sesuai dengan mitra komunikasi kita ?
Penggalan artikel diatas saya ambil dari buku yang wajib dimiliki pengusaha modal dengkul (menurut saya sih, karna saya telah merasakan manfaatnya) :
Dynamic Persuasion
persuasi efektif dengan bahasa hipnosis
Oleh : Purnawan EA
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Buku ini saya beli di gramedia juga berbarengan dengan buku modal dengkul, Buku ini enak untuk dibaca, tidak textbook, buku ini mudah dipahami dan gampang untuk dipraktekkan. Yang penting kita harus sering belatih bagaimana caranya berkomunikasi agar apa yang ingin kita sampaikan mencapai sasaran, yang jelas kita harus mampu berimprovisasi dalam berkomunikasi dengan orang lain, karena setiap orang itu beda-beda jadi perlu melakukan cara berkomunikasi yang berbeda-beda juga.
Sueer , saya tidak dibayar kok buat rekomendasikan buku ini, saya rekomendasikan karena buku ini memang bagus untuk dibaca dan dipraktekkan oleh pengusaha modal dengkul







{ 3 comments… read them below or add one }
bukankah kalau kita menguasai komunikasi berarti juga kita mengendalikan komunikasi itu mas?
jimmys last blog post..Penipuan Lagi
@jimmys
Menguasai komunikasi sudah pasti mengendalikan komunikasi, Menguasai komunikasi adalah kita memiliki daya tawar lebih tinggi atau posisi yang lebih tinggi dari lawan bicara kita sehingga mau tidak mau orang tersebut akan ikut kemana arah komunikasi tersebut, sedangkan mengendalikan komunikasi tidak menguasai komunikasi, apalagi jika posisi tawar kita lebih rendah (misalnya mau minjam modal), lawan bicara kita akan dengan rela mengikuti kemana arah komunikasi tersebut sehingga tujuan kita berkomunikasi mencapai sasaran.
hmm..komunikasi termasuk kemampuan untuk menjual diri…
blending itu penting tapi menurut saya yang paling penting sih menjadi diri kita sendiri…tanpa mengumbar ego… hehehe