Be-Mine

berbagai info and artikel

Flower

Bisnis offline dengan modal dengkul part 1

Jangan terlalu tenggelam dalam mimpi fokus pada Bisnis Online, lihat juga Business Opportunity di dunia nyata, sebab kita memang hidup di dunia nyata. Seperti kata para Master “jangan letakkan telur didalam satu keranjang” begitu juga dengan berbisnis, jangan hanya berbisnis online, lakukan juga bisnis offline. Bisnis offline tidak harus besar, kecil pun jadi kalo memang bisa memberikan pemasukan tetap tiap bulannya dan bidang usahanya banyak dan lebih penting lagi dimulai dengan modal dengkul, kelebihan bisnis offline adalah tidak memerlukan kata kunci atau HPK atau natural traffik, ngga perlu nyepam buat nyari link, ngga perlu credit card buat promosiin lewat adword. Meskipun demikian bisnis offline juga memilki kelemahan, seperti harus memiliki stok barang jika bisnis yang dijalani berdagang.

Bisnis utama saya sebenarnya bisnis offline, saya memiliki beberapa bidang usaha yang saya mulai dengan modal kurang dari 5 juta yang bergerak di bidang distribusi, jasa, dan agen lendir. Bukan hanya bisnis online saja yang bisa dilakukan dengan modal dengkul (modal dengkul bukan dalam artian tanpa modal tetapi modal yang dikeluarkan minim sekali), bisnis offline pun bisa.

Saya mau membeberkan salah satu rahasia bisnis offline saya yang saat ini memberikan saya pemasukan sebanyak tujuh digit dalam bentuk rupiah setiap bulannya dan mudah-mudahan memberikan inspirasi bagi rekan-rekan untuk memulainya di tempat masing-masing (jangan ditempat saya – nanti jadi malah saingan). Bisnis offline dengan modal dengkul part 1 ini membahas bisnis distribusi (hiperbola banget). Saya mendistribusikan Air mineral dalam kemasan Galon merek xxxx (tebak aja sendiri dan ini bukan air minum isi ulang) ke rumah-rumah pelanggan saya.

Bisnis distribusi ini saya mulai sejak setahun yang lalu dan hingga sekarang menjadi salah satu sumber penghasilan saya. Ide ini berawal ketika saya belanja di swalayan di dekat rumah saya, saya perhatikan banyak orang yang membeli air minum dalam kemasan galon, ada yang beli 2 galon ada yang beli 3 galon dan hampir setiap hari saya lihat, kebetulan disekitar tempat saya ada beberapa kompleks perumahan, sehingga menimbulkan ide bagi saya untuk memulai usaha mendistribusikan air minum dalam kemasan galon dengan layanan antar.

Saya mulai mencari ide bagaimana cara memulai usaha ini, padahal modal saya cuma ada 1 juta waktu itu (uang simpanan), nyari pinjaman ke bank ngga mungkin, pinjam ke teman pada bokek. Mulai saya berpikir gimana saya mulai dengan menggunakan uang dari para pelanggan saya. Dengan modal seadanya, saya mencetak brosur promosi yang pada intinya menawarkan layanan antar air minum kemasan galon ke rumah dengan pembayaran di pungut setiap awal bulan (jadi kayak langganan koran gitu) dengan syarat harus membayar biaya deposit sebesar Rp. 100.000,- dan kebetulan amino para pelanggan saya cukup tinggi (pada waktu itu belum ada yang menawarkan layanan sejenis) sehingga dalam 1 minggu saya mendapatkan pelanggan sebanyak 100 rumah tangga dan modal awal saya untuk memulai ada ditangan sebesar Rp. 10.000.000,-

Dengan uang pelanggan yang saya kumpulkan, saya mulai bergerak cepat, Rp. 3 juta saya gunakan untuk DP membeli becak motor sebagai alat transportasi yang dirombak untuk dapat mengangkut galon air minum. Rp. 5 juta saya gunakan untuk deposit (uang jaminan) ke distributor air minum tersebut (saya datangin distributornya dengan membawa daftar pelanggan yang berhasil saya kumpulkan, saya jelaskan prospek bisnis ini sehingga mereka mengerti dan mau memberikan barangnya dan dibayar pada tiap awal bulan.) sehingga masih sisa uang tunai di kas saya sebesar 2 juta buat jaga-jaga.

Perhitungan secara garis besarnya waktu itu begini :
Pelanggan 100 (masing-masing membutuhkan 12 galon air minum dalam 1 bulan), jadi total omset saya dalam 1 bulan sebanyak 1200 galon. Dari 1 galon saya mendapatkan laba kotor sebesar Rp. 2500 sehingga saya mendapatkan total laba kotor dalam sebulan sebesar Rp. 3.000.000. Setelah dipotong biaya karyawan sebesar Rp. 500.000,- biaya cicilan becak motor Rp. 300.000, biaya bbm dan perawatan becak motor sebesar Rp. 150.000 dan biaya rupa-rupa sebesar Rp. 150.000, saya mendapatkan keuntungan bersih pada bulan pertama saya beroperasi sebesar Rp 1.900.000,- khan lumayan :-)

Selama awal usaha ini saya benar-benar turun gunung tangan langsung, saat ini usaha ini di “manajeri” oleh istri saya dengan 3 karyawan, posisi saya hanya menjadi “komisaris ” saja :-) kalo ditanya sudah berapa banyak pelanggan dan omset ? itu mah rahasia :-D

Semoga postingan ini bermanfaat, maaf kalo kurang jelas karena cuma garis besarnya saja yang dijabarkan karena saya sebenarnya masih sedang belajar menulis :-) Untuk saling bertukar pikiran, bertukar info, jangan segan untuk kontak saya.

ps. badan usaha yang saya bikin dalam bentuk UD (Usaha Dagang) jika belum tahu apa itu UD, silahkan datang ke kantor departemen perdagangan setempat :-) Kalo di kota saya pendaftaran UD gratis, ngga tahu kalo di kota lain. Mengenai cara membuat brosur, atau invoice pelanggan cari tau aja sendiri :-D Sebenarnya memulai Bisnis offline itu gampang, yang penting kreatif dan just do it.

Sekali lagi saya mohon maaf. Postingan ini bukan untuk mengajari atau saya merasa hebat, saya juga masih newbie, tetapi ini untuk berbagi pengalaman dan menebarkan virus untuk memulai bisnis sendiri bagi para rekan-rekan sekalian.

Tags: , ,

17 Responses to “Bisnis offline dengan modal dengkul part 1”

  1. February 7th, 2008 at 2:25 pm

    Jufri says:

    tumbenan pake bensin mahal :D

    berat juga kalo memulai bisnis dengan modal dengkul….

    Jufri, postingan terakhir anda adalah ==> Readers Wants

  2. February 20th, 2008 at 12:23 am

    duniaanda says:

    bisnis yang cocok buat saya apa yach?

    duniaanda, postingan terakhir anda adalah ==> Binatang pun saling berkasih sayang

  3. February 29th, 2008 at 6:39 pm

    be-mine says:

    @duniaanda
    cari tau dengan jarimu :-D (jingle iklan)

  4. March 9th, 2008 at 6:59 pm

    Pilihan #2 | Be-Mine | says:

    [...] bagi anda yang telah membaca postingan saya yang ini atau yang itu, sepertinya kelihatan gampang dalam menjalankan bisnis offline, memang gampang kalo [...]

  5. May 24th, 2008 at 7:05 pm

    10 alamat website yang bagus tetapi isinya "sampah" | Be-Mine says:

    [...] ternyata tidak gampang juga ya :) . Karena saya juga ingin melanjutkan postingan saya tentang Bisnis Offline saya yang lain, juga tentang membuka minimarket yang pernah saya tulis disini. Ada saran,  [...]

  6. May 26th, 2008 at 4:13 pm

    werkudoro says:

    wah.. benar2 hebat. patut dicuri nih.. ide nya.. He He He

  7. July 7th, 2008 at 9:55 am

    Bisnis offline dengan modal dengkul part 2 | Be-Mine says:

    [...] offline dengan modal dengkul part 2 Jul.07, 2008 in Uncategorized Setelah sukses dengan bisnis offline saya yang pertama :) , saya akan membeberkan rahasia bisnis offline saya yang lain. Bisnis offline [...]

  8. July 7th, 2008 at 6:37 pm

    bangzenk says:

    salute!!

    salamhangat

  9. July 15th, 2008 at 1:47 am

    adam says:

    saya sepakat dengan anda, emang kita jg harus perhatkan bisnis off line, sapa tau kita hidup di desa yang gak ada listriknya.
    baru2 ini aku baru buat website http://www.carirejeki.com

  10. July 26th, 2008 at 1:24 pm

    andrew says:

    ABIES baca bukunya finance revolutionnya pa Tung,,langsung di praktekkan,,,,,,layak dicontoh bro……thx for sharing…

    andrew, postingan terakhir anda adalah ==> IPHONE NEWS

  11. August 12th, 2008 at 8:00 pm

    Ilmu ekonomi bermodal dengkul | Be-Mine says:

    [...] memulai usaha modal dengkul saya dari buku ini seperti usaha modal dengkul yang pernah saya tulis sebelumnya.  Buku ini cukup sederhana bahasanya sehingga mudah untuk dicerna (kayak makanan aja) yang penting [...]

  12. August 15th, 2008 at 8:26 pm

    Dinamic Persuasion | Be-Mine says:

    [...] seperti modal, lokasi usaha dan sebagainya. Seperti kasus saya sebelumnya yang memulai usaha dengan modal orang lain dan modal orang lain lagi, milik orang lain , dan tempat usaha orang lain :) . Untuk mendapatkan [...]

  13. May 21st, 2009 at 11:26 am

    p3durungan says:

    onde mande rancak bana…………..

  14. July 19th, 2009 at 2:52 pm

    lung says:

    wih….benar2 mengiurkan…. :D
    bisnis modal dengkul kayak gini biasanya kerpotan di dengul (modal awal)nya om … :D

  15. July 23rd, 2009 at 5:53 am

    tom says:

    edan tenan…………………………….. darimana datangnya ide mantap seperti itu.

  16. October 22nd, 2009 at 8:26 am

    forecast says:

    wew. ini pengalaman yang bermanfaat bos. tapi memang awalinnya yang susah. maklum modal dengkul…

    aq masih mikir ide yang hot untuk saat ini apa ya ? kasih ide bos
    kiri ke email kalo ada saran

    ditempatku sudah banyak air minum.. lagian aq orangnya ga enak kalo saingan ama tetangga sendiri

  17. November 4th, 2009 at 2:32 am

    M Sutrirno says:

    Subhaanalloh, anda saya kajungi jempol, ide dan praktek dilapangan yg cemerlang, buat nambah ilmu bisnis saya, pokoknya mantap, salam kenal warga baru.